Menyiasati Panas Pada Rumah Hadap Barat

5 January 2012 – 8:08 pm

Kenyamanan sebuah rumah dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satu diantaranya adalah penghawaan dalam ruangan. Penghawaan disini meliputi aliran udara, kelembaban, dan temperatur dalam ruangan yang dirasa langsung oleh kulit manusia. Temperatur dalam ruangan dapat naik seiring masuknya sinar matahari. Sisi barat sebuah rumah menerima sinar matahari lebih panas dan lebih lama dibanding sisi lain. Karena itu, fasad Barat sebuah rumah perlu penanganan arsitektural yang beda. Keuntungan bangunan yang disesuaikan dengan iklim bukan hanya dari segi arsitekturalnya, tetapi juga finansial.

Kondisi iklim tropis

Karena Indonesia terletak di daerah tropis, menyebabkan intensitas matahari cukup tinggi. Sehingga fasad yang terbuka sebaiknya menghadap ke Selatan atau ke Utara untuk meniadakan radiasi langsung dari cahaya matahari rendah pada pagi dan sore hari.

Sinar matahari yang masuk ke dalam rumah bermanfaat sebagai pencahayaan alami sehingga mengurangi penggunaan lampu sebelum waktunya. Namun, sinar matahari juga membawa radiasi panas ke dalam ruangan. Panas inilah yang harus diminimalkan dalam ruangan. Karena kita tidak selalu mendapat lahan yang ideal, maka penyesuaian terhadap iklim dilakukan pada pengolahan bentuk dan fasad bangunan.

Pengolahan fasad muka rumah menghadap barat

Tampak muka sebuah rumah merupakan penerima paling awal. Kesan welcome dapat dirasakan  sejak orang yang datang sudah bisa melihat muka rumah. Kesan ini biasanya ditampilkan dengan fasad yang hangat, dan ringan. Jendela, pintu dan bukaan yang lain bisa melunakkan kesan keras dari dinding. Penggunaan material transparan seperti kaca menimbulkan kesan ringan pada fasad.

Sisi Barat rumah sebaiknya meminimalkan bukaan, maka rumah yang menghadap ke arah Barat pun memerlukan penyesuaian pada fasad muka. Kesan menerima harus tetap mampu ditampilkan.

Pada pintu utama yang menghadap depan, dapat dibuat bidang penghalang didepannya, sebagai sunscreen pada jarak yang cukup. Ruang yang terbentuk antara pintu dan bidang tersebut menjadi area penerima. Bidang penghalang bisa masif ataupun berongga. Mengingat ini adalah fasad muka, pengolahan bidang penghalang sangat penting.

Pada bidang penghalang masif, warna dan tektur yang kontras dengan dinding dapat menggantikan wujud pintu utama bagi tampak depan rumah. Biasanya dipilih warna yang cerah sebagai vocal point dan menghapus kesan berat dari bidang masif.

Bidang transparan pada fasad

Pada jendela dapat ditambahkan sunscreen horizontal ataupun vertikal untuk menahan cahaya matahari rendah. Sebenarnya rumah tropis sudah dapat mengatasi masalah tersebut dengan oversteknya yang lebar. Pada rumah minimalis biasanya dibuat topi-topi di atas tiap jendela.

Bidang transparan pada sisi Barat bisa menggunakan kaca dengan lapisan film. Kaca ini mampu menahan radiasi panas dan cahaya tetap masuk secukupnya. Fisik kaca yang tipis menyebabkan lama kelamaan panas akan masuk. Maka bukaan transparan pada sisi Barat diminimalkan atau dihindarkan dari cahaya matahari langsung.

Selain sebagai elemen eksterior, tanaman dapat digunakan sebagai sunscreen. Pohon yang berjejer dapat menjadi sunscreen  vertikal menghalangi sinar matahari rendah.  Kerai dan jalusi digunakan untuk menahan sinar matahari yang masuk dari jendela. Hal yang harus diperhatikan adalah pemasangannya. Sering dijumpai pemasangan kerai, jalusi, atau krepyak berada di dalam jendela. Berbagai jenis horizontal overhangs tersebut seharus dipasang  di luar jendela. Pemasangan di jendela dalam menyebabkan udara panas terjebak antara kerai dan kaca. Kerai itu sendiri menjadi sumber panas karena mengalami konveksi panas cahaya matahari yang diterimanya.

Masalah radiasi cahaya dan panas dalam ruangan juga berlaku bagi rumah yang menggunakan AC. Kerja AC untuk mendinginkan ruangan akan lebih berat. Ini berarti boros energi karena bertambahnya beban listrik. Bila fasad Barat diolah dengan baik, kebutuhan akan ruang dalam yang nyaman dan bernilai estetis di luar bisa terpenuhi.

Membuat Taman Kering

5 January 2012 – 8:04 pm

Tanaman mempunyai arti yang sangat penting pada sebuah rumah. Selain untuk menambah keindahan juga membuat rumah terlihat lebih teduh. Hanya saja bila kita memiliki banyak tanaman, pastinya diperlukan waktu untuk merawatnya. Harus disiram setiap hari. Tapi, bagaimana kalau kita kadang tidak sempat untuk menyiraminya, ditambah lagi pas musim kemarau. Wah, alamat tanaman yang sudah susah payah kita tanam akhirnya mati semua. Sebenarnya, semua ini tidak akan terjadi jika kita membuat taman kering. Apa itu taman kering? Berikut akan kita ulas.

 

Dalam bahasa Inggris, taman kering disebut sebagai rock garden, karena secara harafiah sebagian besar areanya didominasi oleh pasir, batu koral, batu kali, atau sengaja dikeraskan (dibeton) seraya dibentuk/dihias secara artistik. Seperti namanya, taman kering ini benar-benar irit air. Sedikit sekali hamparan rumput hijau dan minim tanaman hias. Tanaman yang digunakan umumnya dari golongan evergreen yang punya karakter khas yaitu tahan cuaca setempat, mampu menyimpan air dalam akar, batang dan daunnya. Dengan demikian penyiraman hanya perlu dilakukan sesekali. Dalam perkembangannya, muncullah istilah yang popular untuk menyebut taman jenis ini sebagai taman minimalis modern.

Sebenarnya taman gaya Jepang-lah yang tepat dikatakan mewakili jenis taman kering. Pada taman gaya Jepang, point of interest terfokus pada keseluruhan tampilan yang harmonis, yakni perpaduan antara batu-batuan (pasir, koral atau perkerasan), struktur fisik tanam-tanaman hias, asesoris, atau elemen lain yang mendukung, seperti jembatan kayu, lampu taman, tuk (mata air buatan) atau kolam air. Demikian serasi dans eimbangnya tatanan taman gaya Jepang ini - meski minim tanaman hidup - sehingga biasanya memberikan lingkungan yang tenang menyejukkan.

Namun ada juga orang yang berpendapat bahwa taman kering diwakili oleh taman gaya mediterania. Pendapat ini tidak bisa dikatakan salah karena taman dan pemandangan alam di wilayah Mediterania memang lebih mengekspos keindahan bentuk (tatanan) buatan daripada bentukan alami. Selain itu taman model ini juga mengekspos strutur eksotis tanaman gurun pasir yang tidak butuh banyak air seperti jenis palem, kaktus dan sukulen.

Taman Kering Gaya Pribadi

Mengacu pada definisi baku taman kering, Anda bebas berkreasi mewujudkannya sesuai dengan gaya Anda pribadi. Bukankah tidak semua orang menyukai taman gaya Jepang dan gaya Mediterania? Dan belum tentu keduanya serasi menyatu dengan desain arsitektur rumah Anda. yang penting Anda setuju dahulu bahwa taman kering merupakan jawaban tepat untuk masalah sulit air, minim waktu untuk penyiraman dan perawatan tanaman.

Merencanakan Taman Kering

Lokasi taman kering tidak selalu berada di dalam bangunan rumah (in-door), seperti pendapat kebanyakan orang. Taman kering dapat saja diwujudkan di depan, belakang, maupun samping rumah. Luas idealnya berkisar 1-12 m2. Taman kering juga sah-sah saja diletakkan di dalam rumah jika areanya memang tersedia.

Selanjutnya, pertimbangkan pula hal-hal berikut ini sebelum Anda mewujudkan taman kering di rumah.

  • Cahaya matahari dan sirkulasi udara.
    Pelajari lebih dulu intensitas matahari yang jatuh menerpa lokasi yang bersangkutan. Apakah tempat tersebut terkena sinar matahari penuh, atau cukup teduh (tidak langsung terkena matahari tapi mendapatkan terang dan sirkulasi udara yang baik). Hal ini berkaitan dengan pemilihan tanaman. Karena ada jenis tanaman yang menyukai keteduhan dan ada yang suka bermandikan sinar matahari. Sebagai catatan, lokasi yang gelap dan lembab di dalam maupun di luar bangunan, menyebabkan tanaman cepat membusuk serta batu-batuan cepat berlumut.
  • Pengerasan dan batu-batuan
    Walaupun ciri khas taman kering adalah dominasi batu-batuan, baik pasir, batu-batu koral, dll., semua ini pantang dihamparkan begitu saja di atas permukaan tanah karena akan melesak ke dalam tanah setelah sekian waktu. Di samping itu meskipun disiram hanya sesekali, tanah basah akan mengotori batu-batuan. Karena itu sebelum menghamparkan batuan, sebaiknya lapisi dahulu permukaan tanah dengan pasir atau kerikil tipis-tipis. Atau bahkan Anda bisa membuat pengerasan menggunakan semen.
  • Pilihan tanaman.
    Luangkan waktu untuk mencari informasi tentang tanaman yang akan Anda tanam. Selain perawatan, intensitas panas, dan cahaya matahari yang jatuh ke area tersebut cukup vital perannya. Sangat dianjurkan pula bahwa setiap tanaman terpilih ditempatkan atau ditanam dalam pot-pot tanaman. Dengan cara ini Anda akan mudah mengganti tanama (bila perlu) dan merawatnya, selain juga menahan laju pertumbuhan akar dan batangnya (irit perawatan)

Tip Pilihan TANAMAN

in-door teduh, cukup cahaya sansevieria, kaktus kodok, lili paris, cocor

Sumber: Tabloid Rumah

Cara Menjalankan Linux Melalui USB Flashdisk

5 January 2012 – 7:59 pm

Ada beberapa program yang dibutuhkan untuk mendukung metode ini, diantaranya Universal USB Installer dan AnytolSO. Software AnytolSO digunakan untuk membuat file ISO Linux, dalam hal ini yang digunakan adalah Ubuntu 11.04. Setelah diperoleh file ISO, flaskdisk siap untuk diinstal OS Linux. Namun, pastikan sebelumnya flashdisk yang digunakan tersebut dalam keadaan sudah terformat. Untuk lebih jelasnya, Anda simak uraian berikut ini.

Setelah Anda menjalankan programnya, akan muncul notifikasi berupa license agreement. Cukup ikuti saja petunjuknya.

Setelah itu akan muncul jendela tampilan baru untuk menentukan distro Linux yang akan diinstalkan pada USB Flashdisk (dalam hal ini menggunakan Ubuntu 11.04)

Setelah ditentukan jenis distro yang diinginkan, pilih file ISO yang sesuai (seperti contoh tadi menggunakan distro Ubuntu 11.04 maka file ISO yang dipilih adalah Ubuntu 11.04  i38.iso)

Jika file-nya tidak muncul pada jalur path yang sudah benar, coba Anda lakukan secara manual dengan mengetikkan nama file ISO tersebut.

Proses instalasi Ubuntu 11.04 pada USB flashdisk sedang berlangsung

File ISO sudah terinstal di USB flashdisk. Selanjutnya, Anda bisa langsung mencobanya dengan melakukan reboot system kemudian pada saat POST BIOS, tekan F11 atau F12, tergantung pada hardware motherboard yang digunakan atau jika ragu, anda dapat langsung mengatur prioritas booting melalui USB flashdisk.

Sumber: PC Media

10 Distro Linux Terpopuler

5 January 2012 – 7:49 pm

Linux memiliki ciri khas yang sukar ditemukan di sistem operasi lain, yaitu keragaman. Keragaman ini terwujud dalam bentuk banyaknya distro (distribusi) Linux, yaitu paket lengkap berisi kernel (jantung sistem operasi), driver, serta seluruh aplikasi pendukungnya. Setiap distribusi biasanya memiliki pendukung setia dan selalu berpacu menjadi yang terbaik dalam menawarkan beragam features bagi penggunanya. Faktanya, kualitas setiap distro tidak sama. Hanya beberapa distro yang terlihat dominan di dunia Linux. Berikut ini akan kami berikan daftar distro Linux yang saat ini termasuk dalam kategori Distro yang terpopuler. Silahkan Anda menyimak daftar berikut ini. Yang Anda harus ketahui, daftar ini diambil dari Distrowatch yaitu website rujukan yang secara tidak resmi diakui sebagai data paling valid dalam melihat dinamika perkembangan distro Linux.

1. Mint (www.linuxmint.com)

Linux Mint dianggap terpopuler untuk saat ini, mengungguli Ubuntu yang notabene adalah “orang tuanya”, karena Mint dikembangkan berdasarkan Ubuntu. Mint menyediakan aplikasi lengkap pada distronya, mulai dari paket office, codec, hingga multimedia player. Jadi saat menggunakannya di awal, Anda tidak perlu terhubung ke Internet karena program yang dibutuhkan sudah termuat di installer.

Mint juga memperkenalkan konsep Mint Debian Edition. Dalam versi ini yang dipakai sebagai basis adalah Debian Testing. Keuntungannya adalah pada updatenya yang lebih cepat sehingga menyerupai model rolling release. Karena berbasis Debian, Mint Debian tidak kompatibel dengan repository Ubuntu. Kadang, ini membawa dampak positif karena banyak yang menilai kualitas software di repository Debian lebih bagus dari repository Ubuntu. Banyak juga yang menyebutkan bahwa Mint bisa menyalip Ubuntu karena Mint mempertahankan penggunaan Gnome versi 2. Sebagian user Ubuntu kurang nyaman dengan interface Unity yang dianggap berubah terlalu radikal. Ubuntu sendiri memiliki berbagai varian, seperti Kubuntu yang berbasis KDE, tetapi Mint masih yang terpopuler.

2. Ubuntu (www.ubuntu.com)

Distro ini berhasil menampilkan “image” ramah pengguna dan dukungan utility Synaptic (Software Center) yang memudahkan proses update. Selain itu, tersedia seri (Long Term Service) yang menyediakan update hingga 3 tahun. Rata-rata distro Linux memberikan update sampai dengan satu setengah tahun.

Ubuntu memiliki banyak varian, diantaranya Kubuntu (menggunakan KDE), Xubuntu (menggunakan XFCE), Lubuntu (menggunakan LXDE) dan seterusnya. Ubuntu juga memiliki banyak distro turunan, diantaranya Zentyal (distro untuk server) dan Backtrack yang dikenal sebagai distro spesialis dalam bidang hacking security.

3. Fedora (www.fedoraproject.org)

Ingin mencari teknologi terbaru? Fedora adalah pilihan utama. Menilik sejarah, Fedora (dulunya adalah Redhat Linux versi desktop) adalah yang pertama menerapkan NPTL (Native POSIX Threading Library), disusul dengan SELinux (Security Enhanced Linux). Terdapat juga inovasi lain seperti Zero Conf, KVM (Kernel Virtual Machine), dan sistem desktop Blue Curve yang menyatukan GNOME dan KDE dalam satu tampilan serupa. Fedora adalah wujud kerja sama komunitas open source yang didukung penuh oleh Redhat. Karena terkait erat dengan Redhat, cukup masuk akal jika Fedora paling awal menerima berbagai update teknologinya. Sekitar 30-40% developer Linux yang bekerja di suatu perusahaan adalah karyawan Redhat. Jadi, Fedora bisa diibaratkan sebagai “ruang pajang” dan “ruang testing” bagi beragam inovasi redhat.

Mungkin sedikit yang mengetahui bahwa Fedora adalah basis bagi RHEL. Sebagai contoh, RHEL versi 6 menggunakan basis Fedora 12. Ini dilakukan sebagai perwujudan kesinambungan pengembangan Linux.Versi Fedora yang dianggap stabil dan menerima respon positif kemudian ditetapkan sebagai fondasi, lalu disusul dengan penyempurnaan di berbagai aspek. Jadi, meskipun RHEL adalah produk komersial, keberadaannya tidak terlepas dari adanya kontribusi komunitas Fedora.

4. Debian (www.debian.org)

Stabil, jumlah paket yang sangat banyak (sekitar 29 ribu), dan dukungan komunitas yang tinggi adalah ciri khas distro Debian. Selain itu, distro tersebut kini memiliki paling banyak turunan. Bahkan pada rangking sepuluh besar banyak dihuni distro turunannya, seperti Ubuntu, Mint, PCLinuxOS. Distro Puppy untuk beberapa serinya juga bisa dibilang turunan Debian secara tidak langsung, mislany edisi Lucid Puppy. Selain itu, distro Debian sudah teruji dalam hal kualitas. Distro yang menyaingi mungkin hanyalah Slackware. perbedaannya, distro Slackware lebih terkesan “one man show”. Sementara Debian lebih menonjolkan aspek “kebersamaan”.

Debian juga satu-satunya distro Linux yang terbanyak mendukung beragam arsitektur di luar prosesor Intel. Tercatat ada ARM, MIPS, PowerPC, s390, HP-PA (Hewlwtt Packard Precision Architecture), dan beberapa lainnya. Ini tentunya memudahkan pengguna Debian untuk memakai satu platform OS yang sama di berbagai lingkungan hardware. tidak lupa pula project kfreebsd dimana distro Debian dikombinasikan dengan kernel FreeBSD. Jadi Anda serasa mendapat dua hal sekaligus, “rasa” aplikasi Linux namun performa FreeBSD. Sangat menarik bukan?

5. openSUSE (www.opensuse.org)

Framework Mono dan software Yast. Mono adalah penerapan.Net di Linux. Mungkin ini bukan suatu hal yang luar biasa, tetapi bagi para developer .NET, adanya Mono memungkinkan berjalannya program berbasis .NET. Dampaknya adalah memudahkan inter-operatibilitas antar Windows dan Linux serta platform lain yang mendukung .Net.

YaST adalah sistem administrasi terpadu yang hanya ada di SuSE dan openSUSE. hingga saat ini, bisa dikatakan YaST adalah tool administrasi yang sangat berguna bagi para administrator. Dengan beberapa klik mouse, tugas yang terbilang rumit, seperti mempersiapkan virtual machine Xen atau setup cluster fail over berbasis DRDB bisa dikerjakan dengan mudah! Selain itu, dukungan hardwarenya pun cukup bagus. Terutama pada masa awal bangkitnya distro-distro Linux, SuSE yang selangkah didepan mendukung hardware-hardware yang ada di pasaran, sementara distro lain perlu waktu lebih lama.

Setelah sebelumnya kita membahas distro Linux Mint, Ubuntu, Fedora, Debian, dan openSuse, kini kita akan melanjutnya membahas distro Linux yang lain.

6. Arch (www.archlinux.org)

Pada distro ini, rolling release dan sistem instalasi dikendalikan sepenuhnya oleh pengguna (hanya meng0install sesuai keperluan) sehingga cocok untuk membuat sistem yang “ramping”. Rolling release memungkinkan Arch selalu terupdate dengan software terbaru tanpa harus menunggu rilis versi distro berikutnya.

Arch Linux bisa dikatakan sebagai distro Gentoo generasi baru, namun minus features compile software. Arch memaketkan aplikasi siap install, sementara Gentoo memaketkan source dari aplikasi sehingga harus dicompile terlebih dahulu. Dengan semakin majunya sistem komputer, proses compile software dianggap tidak lagi memberikan keuntungan signifikan dan di sisi lain dianggap kurang praktis. Pengembang Arch menyadari hal ini, namun demikian Arch tetap menyediakan opsi untuk menginstallnya via source aplikasi. Source aplikasi bisa di download dari ABS (Arch Build System) dengan bantuan software, seperti packer. Opsi instalasi via source tersebut terutama menjadi solusi jika software yang ingin diinstall belum masuk repository resmi dari Arch Linux.

7. PCLinuxOS (www.pclinuxos.com)

Mantan jawara DistroWatch ini menerapkan konsep mirip Ubuntu (Mint), yaitu dengan memoles Debian agar lebih mudah digunakan. Bedanya, PCLinuxOS berbasiskan Mandrake dan menggunakan KDE, sementara distro lain banyak yang beralih ke GNOME. Namun, guna memenuhi kebutuhan user, dirilis juga versi lain yang berbasis XFCE, LXDE, dan OpenBox. Hal unik pada PCLinuxOS adalah penggabungan (kombinasi) sistem manajemen paket RPM dan apt. Lebih tepatnya, paket aplikasi di PCLinuxOS menggunakan format RPM, tetapi mekanisme instalasi menggunakan APT.

8. CentOS (www.centos.org)

Kestabilan dan performa yang setara RHEL (redhat Enterprise Linux) merupakan keunggulan distro ini. Implementasi RHEL yang sudah diakui di lingkungan enterprise menjadikan CentOS sebagai alternatif “gratisan” RHEL yang sangat menarik. Ini semua berkat usaha tim CentOS yang mengcompile ulang source dari berbagai paket program RHEL dan menyingkirkan berbagai copyright content spesifik dari distro RedHat.

Yang tidak kalah menarik adalah dukungan update hingga 7 tahun. Ini artinya, Anda bisa terus menerus memakai sistem yang sama tanpa perlu meng-install ulang. Sebagai perbandingan, Ubuntu server edisi LTS saja baru mencapai rentang dukungan kurang lebih 5 tahun. Para administrator sistem tentu akan lebih “lega” karena bug software akan terus diperbaiki selama masa itu. Kekuarangan dari CentOS adalah update-nya yang lebih lambat dari RHEL. Ini terjadi karena pengembang CentOS perlu waktu untuk melakukan rekompilasi dari update yang dikeluarkan oleh RedHat sekaligus mengujinya. Jadi, misalkan Apache server yang dipaketkan oleh RedHat 5.6 butuh waktu diperbaiki selama 3 hari, boleh jadi CentOS baru dirilis dua minggu kemudian.

9. Puppy (www.puppylinux.com)

Puppy memberi nyawa kempada pada PC Pentium lama kita. Puppy didesain agar tidak membutuhkan resource yang banyak, baik dari sisi RAM, prosesor, atau graphics card. Untuk itu, Puppy membekali diri dengan beragam aplikasi yang tidak rakus  resource. Sebagai contoh, Abiword dan Gnumeric sebagai alternatif paket Open Office, Midori sebagai web browsernya, dan aplikasi alternatif lainnya.

Puppy memiliki mode untuk berjalan sepenuhnya di RAM tanpa harus mengakses hard disk. Nilai plus lainnya, jika kita ingin sistem Puppy kembali seperti awal, kita cukup me-rebootnya. Cara ini efektif untuk sistem yang rentan masalah, misalnya percobaan aplikasi versi beta. Selain diburn ke CD, Puppy memiliki file image yang bisaditulis ke flash disk. Alternatif ini bisa lebih mempercepat operasional Puppy. Anda pun memiliki opsi untuk menyimpan perubahan seperti setting desktop ke disk agar saat Puppy di restart, seluruh setting dibaca ulang dan kondisi sistem dikembalikan persis saat Anda terakhir men-shutdown komputer.

10. Mandriva (www.mandriva.com)

Sebelum Ubuntu menjadi populer, Mandriva adalah jagonya. Distro ini menggabungkan dua distro yaitu Mandrake dan Connectiva. Distro ini berasal dari kalangan Linux di Perancis. Sayangnya, masalah finansial hingga menjurus kebangkrutan menghambat perkembangannya. Mandriva memiliki sistem konfigurasi bernama DrakConf yang mudah dipahami pengguna dengan beragam tingkat kemahiran. Drankconf bisa dianggap pesaing kuat dan YaST yang diusung distro openSUSE.

Selain itu, Mandrake menggunakan sistem paket manager urpmi yang bisa disejajarkan dengan apt-get milik Debian. Untuk aspek ini, Mandrake sedikit menyalib Redhat/Fedora pada sekitar satu dasawarsa lalu. Saat itu, masalah dependency (ketergantungan antarpaket aplikasi) adalah masalah yang biasanya diselesaikan secara manual. Namun berkat urpmi, pengguna Mndriva dengan cepat membereskannya. Sebagai catatan, Mandrake/Mandriva bisa dibilang cukup setia dengan desktop environment KDE sebagai default.

Oleh: Mulyadi/CHIP

Mengemudi Malam Hari

24 December 2011 – 9:52 pm

Akibat padatnya lalu lintas di jalan raya, apalagi pada hari libur akhir tahun atau masa lebaran, mengemudi mobil seharusnya sangat hati-hati. Banyak pengemudi memilih malam hari untuk sampai ke tempat tujuan. Panasnya matahari, asap knalpot dan pola tingkah laku tidak mau tahu sebagian pengemudi pada siang hari menyebabkan mengemudi mobil pada siang hari sangat melelahkan.

Disamping alasan di atas, sebenarnya para pengemudi tua di tempo dulu senang mengemudikan mobil pada malam hari. Alasannya bukan karena padatnya lalu lintas tetapi biar mesin tidak panas dan lebih hemat bahan bakar. Kedua alasan di atas ada untung ruginya. Kalau akan mengemudi malam hari yang jelas harus mengubah ritmi hidup. Dari kebiasaan tidur pada malam hari menjadi bekerja pada malam hari dan tentu harus ada perhatian khusus.

Desember 1990 penulis mengikuti suatu acara di Jakarta. Berangkat dari Yogyakarta malam Sabtu dan pulang pada Minggu siang setelah pesta. Hari Minggu mulai jam 4 pagi sudah mengantar calon mempelai ke salon. Sesudah itu menyetir mobil dari Jalan Gajahmada ke Restoran yang jalannya macet, tempat pesta diadakan. Sampai saat itu sih masih biasa-biasa saja. Rasa capek mulai timbul seusai pesta, di mana harus saling tunggu sehingga mobil baru meninggalkan Jakarta sekitar jam 4 sore. Perjalanan ke Yogyakarta terasa agak ringan setelah memasuki tol Jagorawi.

Hujan yang terus-menerus dan perjalanan ke Punjak berpapasan dengan penduduk Jakarta yang baru pulang berlibur, menyebabkan perjalan lamban dan baru tiba di tanjakan Ngagrek tengah malam. Celakanya ada truck raksasa pengangkut pasir yang macet sehingga memacetkan lalu-lintas. Beberapa kali mobil seperti merayap dan lebih sering berhenti. Rasanya mulai lelah, pada suatu saat mobil bisa bebas dan kecepatan sekitar 20 km/jam. Tiba-tiba timbul suara ramai ban mobil keluar dari jalur aspal. Keadaan itu demikian tiba-tiba, seandainya akan terjadi kecelakaan maka beberapa detik itu sudah cukup fatal.

Dari berita yang sering kita baca dari koran, lkecelakaan pada malam hari lebih sering disebabkan oleh rasa ngantuk. Berikut ini ada beberapa kiat yang kiranya berguna bagi pengemudi yang belum sering berjalan pada malam hari.

Persiapkan mobil sebaik-baiknya, terutama lampu penerangan dan tekanan angin ban. Jangan menggunakan lampu yang terlalu terang umpamanya di atas 100 watt karena hal ini menyilaukan mobil yang berlawanan arah, cukup dengan lampu 75/90 watt. Setelah melewati daerah hujan, gunakan lap untuk membersihkan kaca lampu, supaya sinarnya bagus.

Kalau rencana berangkat jam 11 malam atau lebih, usahakan supaya pengemudi istirahat tidur, sebaiknya sampai nyenyak. Karena kalau bisa nyenyak 1 atau 2 jam itu sudah cukup untuk perjalanan sampai pagi. Mencuci muka, makan dan minum ringan sangat bermanfaat, sebaiknya  makan dengan menu kelas berat dihindarkan karena akan membuat kantuk. 1 botol Lipovitan atau 3 sendok madu dicampur dengan air segar sangat mendukung pengemudi tetap segar

bugar.

Rasa ngantuk bisa datang sewaktu-waktu. Biasanya dimulai dari kelopak mata yang cenderung menutup mata dan tengkuk mulai pegal. Kalau sudah seperti ini jangan meneruskan perjalanan. Istiratlah sejenak. Mantan pengemudi pengalaman angkatan tahun lima-puluhan menasehati: Kalau terasa mengantuk jangan turun dari mobil. Parkirlah mobil di tempat yang aman seperti depan kantor Polisi (pengalamam penulis, Bapak Polisinya sangat ramah). Tengkurapkan kepala ke setir mobil atau aturlah sandaran kursi supaya bisa tidur. Pasti Anda akan tertidur. Sesudah itu cuci muka dan silahkan meneruskan perjalanan karena kantuknya sudah terobati. Mengapa tidak boleh turun dan berjalan-jalan? Menurutnya, kalau kita turun sepertinya rasa kantuk hilang, namun sebenarnya rasa itu akan menyerang lagi dengan lebih hebat. Dan sebaiknya jangan menghilangkan rasa kantuk dengan merangsang hidung sehingga bersin. Obat yang paling mujarab hanya tidur/istirahat.

Selama perjalanan cobalah ciptakan suasana santai dan gembira, seperti menyanyi bersama, bahkan sebaiknya ada yang terus mengajak bicara dengan pengemudi. Makanan ringan yang tidak berminyak termasuk buah apel sangat bermanfaat bagi pengemudi.

Saat yang paling mempengaruhi mata adalah saat matahari menjelang terbit dan setelah terbenam pada sore hari. Mata membutuhkan waktu untuk penyesuaian dan kurangi kecepatan sampai terbiasa dengan situasi ini.

Anda akan kehilangan patokan pada jalan yang sudah tidak ada garis tengah, seiring dengan sinar mobil dari depan yang menyilaukan. Keadaan seperti ini satu-satunya patokan adalah perhatikan batas jalan sisi luar, lirikkan mata ke bagian itu dan kurangi kecepatan , dengan demikian agak terhindar dari ketegangan.

Sumber: Dari Dunia Mobil/Martin T. Teiseran

Ban Terbaik di Indonesia GT Radial